Selasa, 31 Maret 2020

BAHASA INGGRIS KELAS X ( DAILY ACTIVITY, RISA UMAMI, S.Pd )

                                                              KELAS DARING
KELAS X SEMESTER GENAP 2019/2020
SMK NEGERI 2 BAGOR

NAMA KELAS     : X ALSINTAN

NAMA GURU      : RISA UMAMI, S.Pd

JUDUL MATERI  : DAILY ACTIVITY



Daily Activity.
Dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita mempunyai kegiatan-kegiatan yang rutinnya kita lakukan sehari-hari, dari mulai bangun tidur, mandi, berangkat ke sekolah, makan, dan seterusnya. Jadi Daily Activities disebut juga kegiatan sehari-hari yang biasanya dilakukan setiap hari oleh kita. Teks daily activities menggunakan Simple Present Tense dan memiliki susunan yang runtut dari aktifitas ke aktifitas yang lainnya. Sebelum ke pembentukan kalimat dan teks mari kita baca vocabulary tentang daily activities di bawah ini.

Vocabulary Daily Activities

·                     Wake up = Bangun
·                     Brush my teeth = Menggosok gigiku
·                     Comb my hair = Menyisir rambutku
·                     Clean the house = Membersihkan rumah
·                     Play with my friends = Bermain bersama teman-temanku
·                     Water the flowers = Menyiram bunga
·                     Take a bath = Mandi
·                     Wash my face = Mencuci muka
·                     Eat breakfast = Sarapan
·                     Study at school = Belajar di sekolah
·                     Watch TV = Nonton TV
·                     Read a book = Membaca buku
·                     Wash my hair = Keramas
·                     Get dressed = Memakai baju
·                     Go to school = Pergi ke sekolah
·                     Come back from school = Pulang dari sekolah
·                     Do my homework = Mengerjakan PR
·                     Go to sleep = Pergi tidur
·                     Have dinner = Makan malam
·                     Take a break = Istirahat
·                     Drink coffee = Minum kopi
·                     Take a nap = Tidur siang
·                     I have lunch = Makan siang
·                     Play video games = Main video games
·                     Go shopping = Pergi berbelanja
·                     Go out with my friends = Pergi bersama teman-teman
·                     Go to work = Pergi bekerja
·                     Visit my parents = Mengunjungi orang tuaku
·                     I drive back home = Aku menyetir kembali ke rumah

Contoh Kalimat Daily Activity
·                     I usually wake up at 04.30 a.m in the morning (Saya biasanya bangun pada jam 04.30 di pagi hari)
·                     I go to school at 06.30 a.m (Aku pergi ke sekolah jam 06.30)
·                     My father take me to the school with his car (Ayahku membawa aku ke sekolah dengan mobilnya)
·                     In the school, I study from 6.30 a.m until 11.00 a.m (Di sekolah aku belajar dari jam 6.30 - jam 11.00)
·                     After school, I play video games with my friends (Sepulang sekolah aku bermain video games dengan teman-temanku)
·                     I'm doing my homework in the night than I go to sleep (Aku mengerjakan PR-ku di malam hari kemudianaku pergi tidur)


SEJARAH KELAS X ( Pelabelan PKI, Stigmatisasi Paling Kejam, PIPIT PUSPITARINI, S.Pd)


KELAS DARING
KELAS X SEMESTER GENAP 2019/2020
SMK NEGERI 2 BAGOR

Nama Kelas                 : X ATPH 3, X ATPH 1
Nama Guru                 : Pipit Puspitarini
Judul Materi                : Pelabelan PKI, Stigmatisasi Paling Kejam

Bacalah dengan seksama artikel berikut ini!

PELABELAN PKI, STIGMATISASI PALING KEJAM
Ada banyak pelabelan di negeri ini. Tapi, label PKI paling kejam.



 gambar 1. Simposium Nasional Membedah Tragedi 65, Pendekatan Kesejarahan, 18-19 April 2016. (Historia).

DARI sekian banyak stigmatisasi di Indonesia, pelabelan PKI merupakan pelabelan paling kejam. Hal ini memiliki efek negatif yang jauh kedalam korban yang dilabeli. Hal tersebut dikemukakan oleh psikolog sosial Universitas Persada Indonesia Idhamsyah Eka Putra dalam simposium nasional “Membedah Tragedi 1965, Pendekatan Kesejarahan” di Hotel Aryaduta, Jakarta, 19 April 2016.
Menurut Eka, dibandingkan stigma-stigma lain seperti “Cina atau orang cacat’, label PKI lebih dahsyat. “Kalau sudah dilabeli PKI, maka bisa dikucilkan, dijauhi, dilecehkan. Padahal kalau sudah dilabeli stigma, nggak ada urusannya sama ideologi,” kata Eka. Menurut Eka, efek negatif stigma PKI dan kriminal tidak berbeda. Untuk mengetahui dampak label PKI, Eka melakukan beberapa kali riset. Misalnya, dia meneliti seberapa jauh efek negatif label PKI terhadap anak sekolah dasar. Salah seorang yang dia jadikan sampel adalah murid berprestasi yang sering mewakili sekolah dalam berbagai lomba. “Guru-gurunya bangga berhasil mendidik dia,” kata Eka.
Persepsi langsung berubah menjadi negatif setelah diinformasikan bahwa anak itu keturunan PKI. “Efeknya luar biasa. Gurunya yang tadinya bangga bilang: ‘setelah saya tahu, tiba-tiba rasa bangga saya drop’,” kata Eka. Dari sini kita bisa pelajari ternyata pelabelan sebagai anak PKI, itu luar biasa sekali. “Stigma dicap anak PKI pada saat itu lebih nista daripada anak haram jadah,” kata Witaryono, Reksoprodjo, anak Setiadi Reksoprodjo, mantan menteri listrik dan ketenagaan yang ditahan oleh Jenderal Soeharto. 15 menteri yang ditahan juga dilabeli “tidak beretika dan tidak beritikad baik.”
“Pelabelan tidak beretika dan tidak beritikad baik bagian dari narasi yang dibangun pada waktu itu untuk menjatuhkan pemerintahan Sukarno,” kata Witaryono. Pelabelan itu, lanjut Witaryono, tidak hanya kepada bidang profesionalnya tetapi kepada pribadi-pribadinya. Misalnya, menteri Imam Syafii di-bully dengan lelucon disebut menteri copet. Padahal, sejatinya Imam Syafii adalah pahlawan yang mempertahankan Jakarta ketika ibukota dipindahkan ke Yogyakarta dengan mengerahkan copet dan pelacur.
Menurut Eka, karena pelabelan PKI sangat berdampak jahat, maka pada waktu pemilihan presiden, Jokowi pun disebut anak PKI. Namun, Jokowi selamat. Akan tetapi, tidak dengan orang-orang yang dicap PKI pada masa lalu. “Pada pemilu lalu Jokowi difitnah sebagai anak PKI. Ada yang memainkan isu itu. Pasti ada alasan kenapa memainkan label PKI itu. Efeknya ingin menjatuhkan Jokowi,” kata Eka. Eka pun membuktikan dalam penelitiannya, ketika seseorang yang memiliki berbagai kualifikasi ideal akan dicalonkan sebagai presiden, respons masyarakat terhadapnya pada awalnya positif. Namun, ketika masyarakat tahu calon presiden itu merupakan keturunan PKI grafik respons yang ditunjukan pun menurun.
“Ketika orang diketahui dekat dengan PKI nilai orang itu turun. Tapi ketika dia ditambahkan info soal kedekatannya dengan PKI langsung drop, dari penilaian positif jadi negatif,” paparnya. Menurutnya studi ini membuktikan, label PKI memang memberikan efek luar biasa pada siapa pun. Bahkan anak kecil yang tidak paham sama sekali soal ideologi komunis. Namun, ada cara untuk setidaknya meredam stigma negatif. Dalam studi berikutnya Idamsyah pun menambahkan pemikiran kepada para responden; semua manusia pada dasarnya baik. Hasilnya, meski kecil respons negatif dari para responden tidak seburuk sebelumnya. “Kebanyakan orang mengamini manusia itu baik. Dalam studi efeknya luar biasa terhadap persepsi positif. Penekanan itu bisa meredam prasangka dan stigma,” lanjut dia.
Namun, menurut Eka, terkait dengan upaya permintaan maaf selalu gagal. Hal ini karena kebanyakan persepsinya mengembalikan pada apa yang korban lakukan sebelum dibunuh; efeknya lari dari sanksi sosial. Yang kedua, ada rasa penyesalan tapi dikembalikan kembali kepada korban semasa hidup. Ketiga, mengakui kesalahan tapi takut publik tahu.

Empat Kelompok Terkait 1965

Adapun Direktur Center for South East Asian Studies (CSAS), Yosep Djakababa menilai saat ini diperlukan keterbukaan pandangan untuk memahami kompleksnya masalah isu tragedi 1965. Dari tragedi itu setidaknya ada empat kelompok masyarakat yang terbentuk. “Pertama, kelompok masyarakat yang masih meyakini versi orde baru. Kedua, melihat ini dari sisi pelanggaran HAM. Ketiga, kelompok yang bingung karena banyaknya info. Keempat, kelompok yang tidak peduli,” terang Yosep. Yosep pun mengusulkan saat ini perlu membuka kembali ingatan kolektif baru yang lebih jujur. Hal ini terkait kepentingan bersama, yaitu mengakui adanya kekerasan politik yang menimbulkan dampak luar biasa. “Dilakukan dengan pembelajaran secara menyeluruh dengan fakta dan keilmuan yang valid. Sehingga diharapkan tragedi ini tak berulang,” ucapnya.


Sumber : https://historia.id/politik/articles/pelabelan-pki-stigmatisasi-paling-kejam-P9jzz





BAHASA INGGRIS KELAS X ( DAILY ACTIVITY, BETTY WIDYANTARI, S.Pd )

                                                              KELAS DARING
KELAS X SEMESTER GENAP 2019/2020
SMK NEGERI 2 BAGOR

NAMA KELAS     : X ATPH 3, X ATPH 2, X ATPH 3

NAMA GURU      : BETTY WIDYANTARI, S.Pd

JUDUL MATERI  : DAILY ACTIVITY



Daily Activity.
Dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita mempunyai kegiatan-kegiatan yang rutinnya kita lakukan sehari-hari, dari mulai bangun tidur, mandi, berangkat ke sekolah, makan, dan seterusnya. Jadi Daily Activities disebut juga kegiatan sehari-hari yang biasanya dilakukan setiap hari oleh kita. Teks daily activities menggunakan Simple Present Tense dan memiliki susunan yang runtut dari aktifitas ke aktifitas yang lainnya. Sebelum ke pembentukan kalimat dan teks mari kita baca vocabulary tentang daily activities di bawah ini.


Vocabulary Daily Activities

·                     Wake up = Bangun
·                     Brush my teeth = Menggosok gigiku
·                     Comb my hair = Menyisir rambutku
·                     Clean the house = Membersihkan rumah
·                     Play with my friends = Bermain bersama teman-temanku
·                     Water the flowers = Menyiram bunga
·                     Take a bath = Mandi
·                     Wash my face = Mencuci muka
·                     Eat breakfast = Sarapan
·                     Study at school = Belajar di sekolah
·                     Watch TV = Nonton TV
·                     Read a book = Membaca buku
·                     Wash my hair = Keramas
·                     Get dressed = Memakai baju
·                     Go to school = Pergi ke sekolah
·                     Come back from school = Pulang dari sekolah
·                     Do my homework = Mengerjakan PR
·                     Go to sleep = Pergi tidur
·                     Have dinner = Makan malam
·                     Take a break = Istirahat
·                     Drink coffee = Minum kopi
·                     Take a nap = Tidur siang
·                     I have lunch = Makan siang
·                     Play video games = Main video games
·                     Go shopping = Pergi berbelanja
·                     Go out with my friends = Pergi bersama teman-teman
·                     Go to work = Pergi bekerja
·                     Visit my parents = Mengunjungi orang tuaku
·                     I drive back home = Aku menyetir kembali ke rumah

Contoh Kalimat Daily Activity
·                     I usually wake up at 04.30 a.m in the morning (Saya biasanya bangun pada jam 04.30 di pagi hari)
·                     I go to school at 06.30 a.m (Aku pergi ke sekolah jam 06.30)
·                     My father take me to the school with his car (Ayahku membawa aku ke sekolah dengan mobilnya)
·                     In the school, I study from 6.30 a.m until 11.00 a.m (Di sekolah aku belajar dari jam 6.30 - jam 11.00)
·                     After school, I play video games with my friends (Sepulang sekolah aku bermain video games dengan teman-temanku)
·                     I'm doing my homework in the night than I go to sleep (Aku mengerjakan PR-ku di malam hari kemudianaku pergi tidur)


Senin, 30 Maret 2020

KEPARIWISATAAN KELAS X ( Jenis dan Ruang Lingkup Karir pada Industri Pariwisata, NUROHMAH, S.Pd )


KELAS DARING
KELAS X SEMESTER GENAP 2019/2020
SMK NEGERI 2 BAGOR

NAMA KELAS               : X TATA BOGA I & 2
NAMA GURU               : NUROHMAH
JUDUL MATERI            : INDUSTRI PARIWISATA
                                      (Jenis dan Ruang Lingkup Karir pada Industri Pariwisata)
TANGGAL                    : 31 MARET 2020

MATERI :
            Dalam mengkaji tenaga kerja pariwisata perlu memperhatikan aspek-aspek atau dimensi :
1.      Bursa dan arus
2.      Kuantitas dan kualitas
3.      Pekerjaan dan Pendidikan, serta
4.      Iklim makro dan mikro
Dimensi arus mengacu pada penyediaan tenaga kerja selama kurun waktu tertentu, sedangkan bursa mengacu pada berapa banyak tenaga kerja yang tersedia untuk memasok permintaan dan kebutuhan industri. Mekanisme keduanya perlu diatur agar terjadi keseimbangan dan menghilangkan akses demand maupun akses supply. Dimensi kualitas dan kuantitas mengacu kepada jumlah orang yang tersedia. Dengan kualifikas/keahlian tertentu. Sementara itu, pekerjaan mengacu pada deskripsi peran dan fungsi yang dimainkan. Pada kenyataannya, tidak semua yang bekerja di sektor pariwisata memiliki kualifikasi Pendidikan yang sesuai, oleh karena itu pekerjaan tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan. Akhirnya, dalam keadaan apapun factor lingkungan baik lingkungan mikro maupun lingkungan makro yang berpengaruh langsung maupun tidak langsung akan menentukan jumlah dan jenis tenaga kerja pariwisata.
a.      Karakteristik Tenaga Kerja Sektor Pariwisata
Masalah umum ketenagakerjaan sektor pariwisata di wilayah Asia Pasifik adalah mengalami kekurangan tenaga kerja yang terampil, disamping ketidakmampuan untuk berkompetisi dengan industri lain dalam hal upah dan kondisi kerja. Hal ini terjadi karena karakteristik kunci lapangan pekerjaan bidang pariwisata yaitu sebagai berikut.
1.      Tingginya mobilitas tenaga kerja dan perputaran pekerja.
2.      Penekanan pada pekerjaan kasual dan musiman.
3.      Sektor tenaga kerja intensif dengan ketrampilan yang beragam.
4.      Dominasi oleh usaha kecil.
5.      Proporsi yang tinggi dalam pekerja muda dan tidak terampil.
6.      Upah rendah atau pembayaran yang tidak mencukupi bila dibandingkan sektor ekonomi lainnya.
7.      Waktu kerja yang Panjang, dan atau tidak ramah.
8.      Kurangnya pengembangan karir dengan rendahnya penekanan pada pelatihan.

b.      Perspektif Tenaga Kerja indutri Pariwisata
Karena karakteristiknya yang kompleks, maka untuk mendapatkan gambaran umum tenaga kerja pariwisata dapat ditinjau dari lima perspektif, yaitu.
1.      Aksesibiliti
Industri pariwisata cenderung mengakomodasi pekerja dengan berbagai keterampilan meskipun tingkat keterampilan tidak selalu tinggi. Kualifikasi pekerjaan lebih social daripada teknis, maka aksesibiliti akan dipengaruhi oleh tingkat Pendidikan terakhir, lowongan kerja kelompok usia, persyaratan rekrutmen dan keterampilan berkomunikasi.
2.      Fleksibiliti
Industri pariwisata sangat sensitif terhadap kondisi musiman dan variasi periodik, sehingga permintaan tenaga kerja cenderung “cepat menghilang”. Akibatnya permintaan tenaga kerja cenderung tidak pasti.
3.      Remunerasi dan Kondisi Kerja
Menurut ILO (2003) citra sektor pariwisata khususnya perhotelan agak rendah dan diangga tidak menarik. Pekerjaan di hotel dan restoran dianggap memberikan upah rendah, jam kerja tidak manusiawi, shift kerja, kerja semasa liburan dsb. Namun ada manfaat non-materi seperti akomodasi, tips, pelatihan, kenyamanan dalam jam kerja yang menyebabkan karyawan bertahan kerja.
4.      Mobiliti
Mobility tenaga pariwisata sangat tinggi termasuk pekerjaan, penduduk, antar-industri, dan geografis. Karena sifat mobilitas yang tinggi, maka turn ovr karyawan dan proporsi pekerja dari luar wilayah menjadi cukup tinggi.
5.      Ukuran Bisnis
Ukuran bisnis akan berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja pariwisata. Banyaknya usaha kecil dan menengah dan sektor informal di bidang pariwisata sangat memungkinkan kemudahan untuk keluar-masuk industri ini.

c.       Strategi Penempatan Tenaga Kerja Pariwisata
Dilihat dari sektor dan ruang lingkup industri pariwisata perlu adanya hubungan yang sangat erat antara penyedia tenaga kerja pendistribusian dan penyedia lapangan kerja.
1.      Penyedia Tenaga Kerja
Lembaga Pendidikan dan pelatihan sebagai penyedia tenaga kerja sangat memerlukan informasi mengenai ketersediaan lapangan kerja, kualifikasi dan kompetensi yang diperlukan, dan periodesasi. Oleh karena itu, sertifikasi, lisensi dan akreditasi perlu dilakukan terhadap penyedia tenaga kerja tersebut guna untuk memberikan pengakuan terhadap lulusan atas kemampuan yang dimiliki.
2.      Pendistribusi atau Intermediaries
Selam ini pendistribusian tenaga kerja baik di dalam maupun ke luar negeri, selain langsung antar industri dengan tenaga kerja, maupun industri dengan institusi penghasil tenaga kerja, juga dimediasi oleh agen-agen tenaga kerja. Tujuan utamanya adalah untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja yang jumlahnya sangat terbuka luas. Hanya saja beberapa kendala yang harus diperbaiki antara lain.
Ø  Komunikasi dan penguasaan bahasa asing
Ø  Tingkat percaya diri yang masih rendah
Ø  Daya juang dan rasa kebanggaan terhadap jati diri bangsa Indonesia cukup rendah
Ø  Kesenjangan kualitas lulusan perguruan tinggi pariwisata Indonesia masih cukup besar.
Oleh karena itu, perlu dibangun kerjasama yang difasilitasi oleh pemerintah dalam peningkatan kualitas secara berimbang melalui beberapa kegiatan diantaranya,
Ø  Menetapkan standar minimum kelulusan bahasa inggris pada setiap pendidikan tinggi agar terpacu untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris.
Ø  Menetapkan standar minimum proses pembelajaran dan sarana pembelajaran termasuk standar minimum laboratorium praktik.
Ø  Menyediakan fasilitas ajang kompetisi dalam rangka meningkatkan semangat berkompetisi dan sarana ujian kompetensi lulusan melalui lomba kompetisi mahasiswa.
Dalam rangka penempatan trainee dan lulusan ke luar negeri, yang menyangkut keterlibatan berbagai pihak, maka perlu dibentuk suatu jaringan (misalnya university global connection). Dengan adanya global connection, diharapkan jumlah lulusan Pendidikan pariwisata yang terserap ke luar negeri dapat terpantau sehingga dapat mengukur tingkat keterserapan lulusan oleh industri. Dengan adanya jaringan ini, sehingga dapat :
Ø  Membangun peluang networking dengan institusi partner di luar negeri
Ø  Mempromosikan lulusan pendidikan pariwisata ke luar negeri
Ø  Mengidentifikasi peluang kerja, profesi, kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan industri luar negeri.
Ø  Menyusun prioritas program kerja pengembangan bidang ilmu pariwisata berdasarkan informasi benchmarking.
LINK TUGAS

SUSULAN PAS GANJIL 2020/2021 KELAS X SELASA 15 DESEMBER 2020

  KERJAKAN SOAL SUSULAN PAS SESUAI DENGAN MATA PELAJARAN BELUM KALIAN IKUTI, JANGAN MEMAKAI UCBROWSER JIKA MENGERJAKAN PAS, KARENA NILAI TID...