Rabu, 01 April 2020

KWU PRODUKTIF KELAS XI ( Analisis peluang usaha, Septa Wahyu Andhika S.Sn )


KELAS DARING
KELAS XI SEMESTER GENAP 2019/2020
SMK NEGERI 2 BAGOR

NAMA KELAS     : XI ATPH 3
NAMA GURU     : Septa Wahyu Andhika S.Sn
JUDUL MATERI  : Analisis peluang usaha
TANGGAL            : KAMIS, 2 April 2020

MATERI :
Analisis peluang usaha
Analisis  peluang  usaha  adalah  suatu  analisis  yang  bertujuan  untuk
mengetahui apakah usaha tersebut dapat dikerjakan, dilaksanakan, dan/atau
memberikan keuntungan dikemudian hari.
 
Banyak  peluang  usaha  yang  ada  di  sekitar  kita,  asal mau  mencari
dan   bertanya.   Sebagai    orang   yang    kreatif,   calon wirausahawan  akan
mampu    melihat    begitu    banyak    peluang    usaha  yang  berpotensi  untuk
diciptakan. Cara mengidentifikasi peluang usaha  atau  bisnis  yang  ada  bisa
dicari,  asal  wirausahawan mau  bekerja keras, ulet,  dan percaya kepada
kemampuan diri sendiri. untuk  menggali  dan  memanfaatkan  peluang  usaha,
seorang wirausaha harus berpikir positif dan kreatif, yaitu dengan cara:
1.  percaya bahwa usaha dapat dilaksanakan;
2.  menerima gagasan baru;
3.  bertanya pada diri sendiri;
4.  mendengarkan saran orang lain;
5.  memiliki etos kerja tinggi;
6.  pandai berkomunikasi
Menurut  Paul    Charlap,    ada  4  (empat) rumusan    mencapai    sukses,  yang
mencakup:
1.  Work hard (bekerja keras)
2.  Work smart (bekerja cerdas)
3.  Enthusiasm (kegairahan)
4.  Service (pelayanan)
  Ketika  muncul  peluang  usaha  baru,  Anda harus  segera  membuat
inisiatif  dengan merencanakan apa  saja yang  akan dilakukan  untuk
melaksanakan  peluang  tersebut.  Pengenalan  diri, mengenali  lingkungannya,
mengindera    peluang    usaha,    dan  mengerahkan    sumber    daya    merupakan
modal awal untuk meraih peluang  usaha  yang  ada. Seorang wirausahawan
harus    memiliki    pengetahuan    dan keterampilan  yang    cukup    untuk
mengarahkan  dirinya  guna  memperoleh peluang,  menyusun  konsep  usaha,
merencanakan   masuk    pasar, mengembangkan   diri    serta    dibekali   dengan
teknik-teknik  usaha tertentu.  Banyak  jenis  usaha  yang  bisa  dikelola,  mana
yang akan dipilih bergantung pada beberapa hal, antara lain:
a.  minat seseorang;
b.  modal yang dimiliki;
c.  relasi yang dimiliki;
d.  dan berbagai peluang lainnya.
Setiap    usaha    yang    dijalani    pasti    berorientasi    ingin    mencari
keuntungan.  Namun,  saat  Anda  berusaha,  tidak  akan  terlepas  dari risiko
yang   akan  dihadapi.  Hal   tersebut   tidak   perlu   dicemaskan karena  hanya
akan    memperlambat    dan    menghambat    usaha.    Untuk  mengantisipasinya,
persiapkan perhitungkan secara  matang langkah usaha yang akan ditempuh
sehingga akan mengurangi risiko yang dihadapi. Ketersediaan informasi  bagi
seorang wirausaha mutlak diperlukan.
  Setelah    seorang    wirausaha    mewujudkan    ide    dan    peluang  usaha
tersebut, sebaiknya  mulailah dari usaha yang  berskala kecil terlebih dahulu.
Disamping  memperkecil    risiko,    langkah    tersebut  juga  dapat  membantu
mendayagunakan modal dalam memantapkan strategi usaha.
Tujuan  disusunnya  analisis  peluang  usaha  adalah  untuk  memastikan
apakah suatu  usaha layak atau  tidak  untuk  dilaksanakan, serta  mengetahui
prospek usahanya.  Analisis bisa dilakukan dengan  melaksanankan observasi
langsung    ke  konsumen   dengan  tujuan untuk    mengetahui    keinginan   dan
kebutuhan yang ada di masyarakat.
Setelah    mengobservasi,    kita    membagi    atau    membuat  segmentasi
konsumen sehingga target konsumen dan keuntungan pun lebih mudah diraih.
Oleh  karena  itu,  wirausahawan  harus jeli  terhadap  perubahan  yang  terjadi
di    masyarakat,    seperti;  selera    konsumen,  kebiasaan  masyarakat,    saluran
distribusi,    serta  perubahan  teknologi  dan  komunikasi.  Kesimpulannya,  produk 
yang dibuat harus mampu menarik konsumen dengan cara :  
a.  memilih   dan    membuat   produk   yang   bermanfaat,   berkualitas, dan laku
terjual dengan harga bersaing;
b.  membuat desain baru dengan harga terjangkau;
c.  membuat produk lebih cepat dan murah;
d.  memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang lebih menguntungkan.

Peluang  usaha  baru  dapat  muncul  dari  sekitar  kita  bahkan  dari  situasi
yang  kita  tidak  pernah  kita duga  sekalipun.  Untuk mengembangkan  ide  atau
gagasan tentang peluang usaha kita harus ber[ikir secara :
# Positif, arahkan pada hal-hal yang mempermudah dan bermanfaat
# Kreatif, arahkan pada hal-hal yang dapat tertarik akan produk kita
# Inovatif, arahkan pada penciptaan produk baru yang berguna di masyarakat
# Inisiatif, langsung bergerak jangan ditunda lagi
# Fleksibel, sesuaikan dengan perubahan yang terjadi.
# Responsif, dapat selalu mengikuti perkembangan yang terjadi


Metode yang bisa diterapkan untuk upaya tersebut diantaranya adalah analisis
SWOT. Analisis SWOT digunakan untuk mengetahui:
a.  Strengths adalah  kekuatan internal tentang  apa  yang  akan  mendukung
usaha kita untuk mencapai sasaran.
b.  Weakness adalah  kelemahan internal tentang  apa  yang  membatasi  atau
menghambat usaha.
c.  Opportunies  adalah    peluang  eskternal  tentang  apa    saja    yang
menguntungkan dan sesuai dengan kemampuan.
d.  Threats adalah ancaman  apa  saja yang  terjadi  saat memulai usaha bisa
munculnya pesaing.
Setelah melaksanakan analisis SWOT seorang wirausahawan bisa memberikan
kesimpulan tentang usaha atau produk tersebut ke depannya.

Wirausaha juga bisa menggunakan analisis 5 W + 1 H, yang terdiri atas :
What    = jenis usaha apa yang akan kita ambil
Why    = kenapa memilih usaha tersebut
When    = kapan akan memulai usaha tersebut
Where   = di mana lokasi usaha
Who    = siapa yang akan terlibat dalam usahanya
How    = bagaimana proses produksinya
Langkah  selanjutnya  setelah  melakukan  analisis  peluang  usaha  adalah
melakukan analisis kelayakan usaha. Dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.  amati  kebutuhan  apa  yang  paling  banyak  diperlukan  oleh  masyarakat
sekitarnya,
2.  kapan saja mereka membutuhkan barang tersebut,
3.  lihat karakteristik konsumen, seperti kebutuhannya apa saja, jadi produknya
bisa disesuaikan dengan segmen konsumennya
4.  bagaimana  daya  beli  konsumen,  dan  bagaimana  pembuatannya  apakah
berkualitas atau tidak
5.  lihat ada pesainnya atau tidak , cari peluang pasar yang belum digarap oleh pesaing





KULTUR JARINGAN KELAS XI ( REGENERASI KULTUR JARINGAN (KULTUR JARINGAN ), MARDIANI, S.Pd )


KELAS DARING
KELAS XI SEMESTER GENAP 2019/2020
SMK NEGERI 2 BAGOR

NAMA KELAS     : XI ATPH 1, 2, 3
NAMA GURU     : MARDIANI, S.Pd
JUDUL MATERI  : REGENERASI KULTUR JARINGAN (KULTUR JARINGAN )

MATERI :
PRINSIP PENYIAPAN LAB KULJAR
Penyiapan Laboratorium dan Peralatan Kultur Jaringan - Materi perkembangbiakan tanaman kali ini mengenai alat-alat kerja termasuk laboratorium yang perlu dipersiapkan dalam melakukan teknik kultur jaringan, yang meliputi alat untuk pembuatan media, Alat Penyiapan Eksplan (Inisiasi), Alat Penanaman (Inokulasi), Inkubasi dan Aklimatisasi, untuk lebih jelasnya mengenai hal tersebut sobat dapat membacanya dalam penjelasan berikut ini!

Teknik kultur jaringan menuntut syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi dalam pelaksanaannya. Syarat pokok pelaksanaan kultur jaringan adalah laboratorium dengan segala fasilitasnya. Laboratorium harus tersedia alat-alat kerja, sarana pendukung terciptanya kondisi aseptik terkendali dan fasilitas dasar seperti, air listrik dan bahar bakar. Dengan ruangan dan peralatan sederhana, teknik kultur jaringan dapat dilakukan. Alat dan bahan yang dibutuhkan :

Alat untuk pembuatan media kultur jaringan

1) Gelas becker/piala, untuk menuangkan atau mempersiapkan bahan kimia dan air aquades dalam pembuatan media. Ukuran gelas piala bervariasi, 100 ml, 300 ml, 1000 ml, 2000 ml.
2) Pipet, untuk mengambil cairan.
3) Timbangan, untuk menimbang bahan kimia yang diperlukan dalam pembuatan media kultur.
4) Spatula, untuk mengambil bahan kimia yang diperlukan dalam pembuatan media kultur.
5) Indikator pH/ lakmus, untuk mengukur pH media ketika membuat media.
6) Sendok kaca, untuk mengaduk media saat persiapan dan saat pemanasan.
7) Panci, tempat memasak media.
8) Kompor, untuk pemanas saat memasak media.
9) Autoklaf, untuk mensterilkan semua peralatan dan media kultur yang dipakai dalam kegiatan kultur jaringan.
10) Botol kultur, tempat untuk mengkulturkan atau menanam eksplan.
11) Plastik dan karet tahan panas, untuk penutup pada botol kultur dan sebagai pengikat plastik dengan botol kultur.

Alat Penyiapan Eksplan (Inisiasi)

1). Botol kultur, tempat untuk mengkulturkan atau menanam eksplan.
2). Scalpel, untuk pemotongan eksplan
3). Gunting, untuk memotong eksplan

Alat Penanaman (Inokulasi)

1) Laminar air flow/enkas, untuk menanam eksplan ke dalam botol dalam kondisi steril atau melakukan sub kultur yang dilengkapi dengan blower dan lampu UV.
2) Pinset, untuk mengambil eksplan.
3) Spatula, untuk mengambil eksplan berupa biji/plb anggrek.
4) Petridish, tempat untuk memotong-motong eksplan yang akan di tanam dalam botol kultur.
5) Bunsen, untuk menggarang/membakar alat-alat kultur, seperti alat-alat diseksi ketika melakukan penanaman sehingga peralatan tersebut tetap steril.

Alat Inkubasi

1) Rak kultur, tempat untuk menyimpan botol-botol berisi eksplan hasil inokulasi dan mengoptimalkan pemanfaatan ruangan yang ada.
2) Air conditioner (AC), untuk menjaga suhu ruangan agar tetap stabil sesuai dengan kondisi suhu untuk kultur jaringan.
3) Lampu, untuk memberikan penerangan dan cahaya bagi pertumbuhan tanaman.
4) Timer listrik, untuk mengatur waktu penyinaran pada tanaman kultur.
5) Termometer suhu ruangan, untuk mengetahui suhu ruangan

Alat Aklimatisasi

1) Ember, untuk tempat plantlet yang telah dikeluarkan dari botol yang akan dicuci.
2) Gelas becker/piala, tempat perendaman plantlet dengan fungisida dan bakterisida.
3) Pinset, untuk mengeluarkan plantlet dari botol kultur.
4) Timbangan, untuk menimbang fungisida dan bakterisida
5) Pengaduk kaca, untuk mengaduk larutan fungisida dan bakterisida.
6) Pot try, tempat menanam plantlet.
7) Kertas koran, sebagai alas untuk mengeringkan tanaman yang sudah di rendam.
Sekian pembahasan mengenai Penyiapan Laboratorium dan Peralatan dalam Teknik Kultur Jaringan dan juga tentang alat untuk Pembuatan Media, Penyiapan Eksplan (Inisiasi), Penanaman (Inokulasi), Inkubasi dan Aklimatisasi, dengan mempelajari hal tersebut semoga kalian akan lebih mengerti tentang peralatan laboratorium yang diperlukan dalam membuat teknik kultur jaringan, selamat belajar!


PAI KELAS XI ( KEWAJIBAN UMAT ISLAM TERHADAP JENAZAH, MAKMUR, S.Pd.I )


KELAS DARING
KELAS XI SEMESTER GENAP 2019/2020
SMK NEGERI 2 BAGOR


KELAS                       :           XI ATPH 2 DAN XI APHP, XI TATA BOGA 2
NAMA GURU           :           MAKMUR, S.Pd.I
JUDUL MATERI       :           KEWAJIBAN UMAT ISLAM TERHADAP JENAZAH
           
MATERI                     :
PERAWATAN JENAZAH
Kewajiban kaum muslimin terhadap jenazah ada empat yaitu: memandikan, mengkafani, mensolatkan dan menguburkan.  Adapun hukumnya adalah fardhu kifayah.
a.      Memandikan Mayat
Syarat jenazah yang harus dimandikan :
Ä  Mayat  itu orang muslim.
Ä  Didapati tubuhnya walaupun sedikit.
Ä  Jenazah itu bukan mati sahid.
Cara memandikan Mayat
1)     Mayat diletakkan pada tempat yang tinggi seperti balai-balai atau ranjang dan ditempat yang sunyi, tidak banyak orang masuk atau keluar.
2)     Siapkan air secukupnya. Disunatkan air dicampur dengan daun bidara atau suatu yang dapat menghilangkan daki seperti sabun. Sebagian air dicampur kapur barus untuk digunakan pada siraman terakhir nanti.
3)     Mayat diberi pakaian mandi yang tertutup aurotnya sejauh tidak menyulitkan orang yang memandikan.
4)     Mengeluarkan kotoran dari dalam perutnya serta kotoran-kotoran dibagian tubuh yang lain dengan cara yang halus dan sopan.
5)     Bersihkan mulut dan giginya, barulah dibasuh kepalanya seraya disisir rambut dan jenggotnya jika ada lalu di baringkan ke sebelah kiri untuk dibasuh sebelah kanannya, sesudah itu baringkan ke sebelah kanan untuk dibasuh sebelah kirinya. Serangkaian pekerjaan tersebut dihitung satu kali basuhan dan di-pandang cukup, namun disunahkan 3 kali atau 5 kali.
Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ دَخَلَ عَلَيْنَ الَّنَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ إِغْسِلْنَهَا ثَلاَ ثًا اَوْ خَمْسَ اَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ إِنْ رَأَيْتُنَّ ذَلِكَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَاجْعَلْنَ فِى الأَ خِيْرَةِ كَا فُوْرًا (رواه البخارى ومسلم

Artinya :”Dari Ummu Atiyah ra., datang kepada kami sewaktu kami memandikan putrid beliau, kemudian beliau bersabda : mandikanlah ia 3 kali atau 5 kali atau lebih kalau kamu pandang lebih baik dari itu dengan air atau daun bidara dan basuhlah yang terakhir dengan dicampur dengan kapur barus”.(HR. Bukhori dan Muslim)

6)     Meratakan air keseluruh badan jenazah dari atas kepala sampai ke kaki.
7)     Mewudhukan jenazah.
8)     Dikeringkan dengan kain handuk

Orang yang berhak memandikan Mayat
Ø  Suami atau istri mayat dan muhrimnya.
Ø  Bila muhrimnya tidak ada, maka bisa diserahkan  kepada orang yang mengerti dan dipercaya.
Ø  Jenis kelaminnya sejenis dan jika tidak ada muhrim atau yang sejenis dengan si mayat maka boleh ditayamumkan

b.  Mengkafani  Mayat
Hukum mengkafani mayat adalah fardhu kifayah atas orang hidup.
Syarat mengkafani mayat
Ø  Sekurang-kurangnya satu lapis yang menutup seluruh tubuhnya.
Ø  Mengkafaninya sesudah dimandikan.
Ø  Diutamakan berwarna putih. Bagi laki-laki disunatkan 3 lapis yang terdiri dari kain sarung dan dua lapis yang menutup seluruh tubuhnya. Sedangkan bagi perempuan disunahkan 5 lapis yaitu : kain basahan (kain bawah), selembar kerudung (tutup kepala), selembar baju kurung dan tiga lapis yang menutup seluruh tubuh.
Cara Mengkafani mayat :
Jika mayatnya laki-laki,
Dihamparkan sehelai-sehelai dan ditaburkan di atas tiap-tiap lapis itu harum-haruman seperti kapur barus dan semacamnya, lalu mayat diletakkan di atasnya, sesudah diberi kapur barus dan sebagainya kedua tangannya disedekapkan seperti sholat, kemudian kain dibungkuskan lapis demi lapis.Pada bagian kaki, perut dan kepala diberi ikat (tali) dari kain putih.
Jika mayatnya perempuan,
Dilakukan seperti tersebut diatas hanya pada tubuh mayat dipakaikan kain basahan (kain bawah), baju dan tutup kepala (kerudung). Khusus bagi orang yang meninggal dalam keadaan ihrom haji/umroh tidak boleh diberi harum-haruman dan tutup kepala.
Yang wajib menanggung kafan
      Diambilkan dari harta si mayat
      Bila tidak meninggalkan harta warisan maka dibebankan kepada orang yang  memelihara sewaktu hidup.
      Apabila mayat tidak ada yang menanggung maka diambilkan dari baitul maal.

a.      Mensholatkan  Mayat
Sholat jenazah ialah sholat yang dikerjakan sebanyak 4 takbir dalam rangka mendo’akan orang muslim yang meninggal. Apabila jenazahnya laki-laki imam hendaklah berdiri lurus di depan kepalannya, dan apabila jenazahnya perempuan hendaklah imam menghadap setengah perut atau punggungnya. Rasulullah saw., bersabda :

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص.م. : صَلُّوْا عَلَى مَوْتَاكُمْ (رواه إبن ماجه)
Artinya : "Bersabda Rasulullah saw., sholatlah olehmu orang-orang yang meninggal". (HR. Ibnu Majah )

Syarat sholat jenazah
a.       Semua yang menjadi  syarat sholat seperti suci dari hadats besar/kecil, menutup aurot dan lainnya.
b.      setelah jenazah itu dimandikan
c.       Jenazah diletakkan disebelah kiblat orang yang sholat kecuali bila sholat diatas kubur dan sholat ghoib.

Rukun sholat jenazah
d.      Niat
e.       Berdiri jika mampu
f.        Takbir empat kali
g.       Membaca surat Al-Fatihah
h.      Membaca sholawat Nabi saw
i.        Mendoakan mayat setelah takbir ketiga dan ke empat
j.        Memberi salam
            Adapun do'a setelah takbir ketiga adalah sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ(هَا) وَارْ حَمْهُ(هَا) وَعَا فِهِ(هَا) وَعْفُ عَنْهُ(هَا) وَاَكْرِمْ نُزُ لَهُ(هَا) وَوَسِّعْ مَدْ خَلَهُ(هَا) وَاغْسِلْهُ(هَا) بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّ الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّ نَسِ وَاَبْدِ لْهُ(هَا) دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ(هَا) وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ(هَا) وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْ جِهِ(هَا) وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَا بَهُ(هَا) (روه مسلم)
 Artinya : Ya Allah, anugerahilah ia ampunan dan rahmatilah dia, bebaskanlah dia dan maafkanlah, dan muliakanlah kedatangannya, lapangkanlah tempat masuknya, dan sucikanlah ia dengan air dan salju, dan bersihkanlah ia dari kesalahannya sebagaimana kain putih yang dibersihkan dari kotoran, gantilah rumahnya lebih baik dari rumahnya yang dahulu dan gantilah ahli keluarganya dengan yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu dan peliharalah ia dari huru hara kubur dan siksaannya. (H.R. Muslim)

            Do'a setelah takbir keempat adalah sebagai  berikut :

اَللَّهُمَّ لاَتَحْرِمْنَا اَجْرَهُ (هَا) وَلاَتَفْتِنَّا بَعْدَهُ (هَا) وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ (هَا) (روه مسلم)
Artinya : "Ya Allah, janganlah Engkau rugikan kami  dari memperoleh ganjarannya dan  jangan  pula  kami beri fitnah sepeninggalnya, ampunilah kami dan dia ...". (HR . Muslim)
Rasulullah saw.,  bersabda :

مَا مِنْ مُؤْمِنٍ يَمُوْتُ فَيُصَلِّى عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ يَبْلُغُوْنَ أَنْ يَكُوْنُوْا ثَلاَثَةِ صُفُوْفٍ اِلاََّغُفِرَلَهُ (روه الخمسة)
Artinya: "Tak seorang mukminpun  yang meninggal kemudian disholatkan oleh umat Islam yang mencapai tiga shof kecuali akan diampuni dosanya". (HR. Lima Ahli Hadits)

b.      Menguburkan  Mayat
Cara Menguburkan Mayat
Ø  Mula-mula dibuatkan liang lahat kira-kira tidak bisa dibongkar oleh binatang buas atau dapat menimbulkan bau busuk.
Ø  Jenazah dimasukkan kedalam liang lahat dengan posisi miring kekanan dan menghadap kiblat. Saatmeletakkan jenazah hendak membaca :

بِسْمِ اللهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِ اللهِ (رواه الترمذى و أبو داود)
Artinya:"Dengan  menyebut Asma  Allah dan atas agama Rasulullah". (HR. Tirmidzi dan  Abu  Daud)
Ø  Tali-tali kain kafan dilepas, pipi kanan dan ujung kaki ditempatkan pada tanah.
Ø  Setelah ditutup dengan bambu/papan/kayu di atasnya ditimbun dengan tanah sampai rata.
Ø  Mendo'akan dan memohonkan ampun kepada jenazah. Rasulullah saw., bersabda :

إِسْتَغْفِرُوْا ِلأَخِيْكُمْ وَسْئَلُوْا لَهُ التَّثْبِيْتَ فَإِنَّهُ اْلآنَ يُسْئَلُ (متفق عليه)
     
      Artinya:"Mohonkan ampun untuk saudaramu  dan mintakanlah keteguhan iman  baginya, karena ia  sekarang  sedang diperiksa".  ( HR. Bukhori dan Muslim )

َانَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا فَرَغَ مِنْ دَفْنِ الْمَيِّتِ وَقَفَ عَلَيْهِ فَقَالَ : إِسْتَغْفِرُوْا ِلأَخِيْكُمْ وَسْئَلُوْا لَهُ فَإِنَّهُ اْلآنَ يُسْئَلُ (رواه ابو داود)
Artinya : "Bahwa Nabi saw, apabila telah selesai  menguburkan  jenazah, beliau berdiri diatasnya dan bersabda: mohonkanlah ampun untuk saudaramu dan mintakanlah untuknya supaya di beri ketabahan karena sesungguhnya  ia sekarang  sedang ditanya". (HR. Abu  Daud)

c.       Takziah Dan Ziarah Kubur
Ta'ziyah.
Takziyah berasal dari kata 'azza-yu'azzi yang artinya berduka cita atau berbela sungkawa atas musibah yang menimpa. Dalam konteks muamalah Islam, takziyah adalah mendatangi keluarga orang yang meninggal dunia dengan maksud menyabarkannya dengan ungkapan-ungkapan yang dapat menenangkan perasaan dan menghilangkan kesedihan.
Orang yang melakukan takziyah adalah mereka yang mampu merasakan kesedihan atau duka yang dialami saudaranya. Hal ini jelas termasuk dalam kategori amar ma'ruf nahi munkar yang merupakan salah satu fundamen ajaran Islam. Lebih dari itu, takziyah adalah aplikasi dari sikap saling menolong dan bekerja sama dalam kebaikan dan ketakwaan. Allah SWT berfirman, ''Dan saling menolonglah kamu sekalian dalam kebaikan dan ketakwaan.'' (QS Al-Maidah:2)
Dalam pandangan Rasulullah SAW, takziyah mempunyai nilai dan keutamaan tinggi bagi yang melakukannya. Beliau bersabda, ''Tidaklah seorang Mukmin yang melakukan takziyah atas musibah yang menimpa saudaranya, kecuali Allah akan memakaikan untuknya permata kemuliaan pada hari kiamat.'' (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).
Tak ada satu pun manusia yang bisa menolak kematian. Singkatnya, selain sebagai wujud hubungan baik antarmanusia, takziyah juga merupakan media untuk mengingatkan manusia terhadap sesuatu yang pasti, yaitu kematian.
Dengan sering melakukan takziyah, seseorang terdorong untuk ber-muhasabah (introspeksi) atas semua aktivitas yang telah dilakukannya. Semakin sering takziyah dilakukan, semakin kuat pula keyakinan akan datangnya kematian. Jika demikian, akan semakin tumbuh semangat mengisi hidup dengan perbuatan baik dan amal saleh. Pendek kata, takziyah adalah sumber inisiatif positif yang mengarahkan manusia menjadi hamba Allah yang saleh dan bertakwa.
Sebagai manusia, kita diperintahkan untuk selalu sadar bahwa kematian adalah sebuah kepastian. Apa pun yang kita cari dan usahakan hendaknya tidak melupakan kita dari kematian. Rasulullah SAW telah menunjukkan kepada kita bahwa takziyah adalah media efektif dalam meringankan beban sesama dan mengingat kematian. Kita tidak boleh segan meluangkan waktu sejenak untuk bertakziyah kepada saudara kita.

Ziarah Kubur.
Ziarah kubur ialah mengunjungi makam (qubur) seseorang untuk memanjatkan do'a dan memintakan ampun dari Allah swt. Disyari’atkan ziarah kubur dengan maksud untuk mengambil pelajaran (‘ibrah) dan ingat akan kehidupan akhirat, dengan syarat tidak mengucapkan kata-kata yang mendatangkan murka Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebagai misal, meminta sesuatu kepada penghuni kubur (orang mati) dan memohon pertolongan kepada selain Allah dan semisalnya. Hal tersebut merupakan perbuatan syirik.
Tujuannya adalah agar orang yang berziarah itu mengingat mati, mengingat akherat sehingga tidak hanya mengejar duniawi saja tetapi seimbang antara dunia dan akherat. Ziarah qubur pernah dicontohkan oleh Rasulullah saw., sebagaimana sabdanya  :

قََا لَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : قَدْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقَبْرِ فَقَدْ أَذَنَ لمُِحَمَّدٍ فِى زِيَارَةِ الْقَبْرِ أُمَّهِ فَزُوْرُوهَا فَإِنَّهَا تَذْكِرَ اْلأَخِرَةِ (رواه مسلم, ابوداود والتر مذى)

Artinya: "Bersabda Rasulullah saw, telah melarang kamu berziarah kubur, sekarang Muhammad telah mendapatkan izin untuk berziarah ke kubur ibunya, maka ziarahlah kamu, karena sesungguhnya ziarah itu mengingat akherat".(HR. Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi) 

Adab Dalam Berziarah Kubur yang Baik dan Benar Menurut Islam :
1.      Berperilaku sopan dan ramah ketika mendatangi areal pemakaman.
2.      Niat dengan tulus dan ikhlas karena ingin mendapatkan Ridho dari Allah SWT, bukan untuk meminta sesuatu pada orang yang sudah meninggal.
3.      Tidak duduk, menginjak-injak, tidur-tiduran, dll di atas makam orang mati.
4.      Tidak melakukan tindakan tidak senonoh seperti buang air besar, kencing, meludah, buang sampah sembarangan, dan lain-lain.
5.      Mengucapkan salam kepada penghuni alam kubur.
Rasulullah SAW bersabda :

عن سليما ن بن بريد ة عن أبيه قََا لَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يقو ل السلا م عليكم
أهل الد يار من المؤمنين والمسلمين وإنا إنشاءالله للا حقون أسأل الله لنا ولكم العا فية (رواه مسلم, احمد)

Artinya :”Dari Sulaiman ibn Buraidah dari ayahnya, Rasulullah saw, bersabda : Selamat sejahtera pada mukminin dan muslimin yang ada disini. Kami insya Allah akan menyusul kamu. Aku mohon kepada Allah semoga kami dan kamu mendapat keselamatan”. (HR. Muslin dan Ahmad)

6.      Mendoakan arwah orang yang telah meninggal agar bahagia dan tenang di alam kubur sana dengan ikhlas.

RANGKUMAN
1.      Kewajiban kaum muslimin terhadap jenazah ada empat yaitu: memandikan, mengkafani, mensolatkan dan menguburkan
2.      Syarat sholat jenazah.
a.       menutup aurot, suci dari hadats dan najis, suci badan pakaian dan tempat, menghadap kiblat.
b.      Jenazah telah dimandikan dan dikafani.
c.       Jenazah didepan orang yang sholat kecuali sholat ghaib
3.      Rukun Sholat jenazah
a.       Niat
b.      Berdiri jika mampu
c.       Takbir empat kali
d.      Membaca surat Al-Fatihah
e.       Membaca sholawat Nabi saw
f.        Mendoakan mayat setelah takbir ketiga dan ke empat
g.       Memberi salam


KAMUS ISTILAH
  1. Fardhu kifayah          = kewajiban yang wajib dilaksankan oleh anggota
   masyarakat, bila salah satu sudah melaksanakannya maka 
   yang lain sudah gugur kewajibannya
  1. Ibrah                           = mengambil pelajaran
  2. muhasabah                 = introspeksi
  3. Aurot                          = Bagian tubuh manusia yang wajib ditutupi







SUSULAN PAS GANJIL 2020/2021 KELAS X SELASA 15 DESEMBER 2020

  KERJAKAN SOAL SUSULAN PAS SESUAI DENGAN MATA PELAJARAN BELUM KALIAN IKUTI, JANGAN MEMAKAI UCBROWSER JIKA MENGERJAKAN PAS, KARENA NILAI TID...